Pos Publik - American
Academy of Pediatrics telah mewanti-wanti efek media sosial yang buruk untuk
kesehatan mental remaja dan anak muda lainnya. Tidak hanya untuk anak muda,
untuk orang dewasa pun efek media sosial ini juga serupa. Dalam penjelasan di
bawah ini, Anda bisa mempelajari apa saja efek media sosial yang tidak baik
untuk kesehatan mental Anda. Apa saja efek tersebut? Silakan simak baik-baik
penjelasan berikut.
Sebetulnya
tidak semua orang yang main media sosial akan otomatis menjadi kecanduan. Para
ahli sendiri masih terus meneliti proses perubahan perilaku seseorang ketika
main media sosial. Sebuah penelitian dari Nottingham Trent University berusaha
mengamati efek media sosial dari sisi perilaku penggunanya.
Singkatnya,
peneliti menyimpulkan bahwa seseorang dikatakan kecanduan main media sosial
bila mereka sudah sampai tahap mengabaikan kepentingan pribadi, keasyikan untuk
terus scrolling, memberikan rasa senang sesaat, dan bahkan mereka jadi
kehilangan minat untuk bergaul dalam dunia nyata. Sejumlah 6 dari 10 orang yang
main media sosial rata-rata menjadi candu dan tak tahan untuk tidak membuka
media sosialnya setiap waktu.
Semakin banyak Anda menggunakan media sosial, Anda justru semakin jauh dari rasa bahagia sesungguhnya. Mengapa demikian? Sebuah studi menemukan bahwa efek media sosial bisa membuat seseorang jadi tidak puas dalam kehidupan nyata yang sedang dijalaninya.
Ini terjadi
karena semakin ke sini, media sosial semakin menjadi ajang untuk pamer. Tak jarang,
seorang yang kena efek media sosial jadi sering membandingkan hidupnya dengan
hidup orang lain.
Studi lain
juga melihat sebetulnya apa motivasi seseorang untuk mengunggah sesuatu di
media sosial. Ternyata, menurut studi tersebut kebanyakan orang mengunggah
foto, video, atau teks dengan tujuan membuat diri sendiri tampak lebih baik
daripada orang-orang lainnya.
Beberapa tahun yang lalu, sebuah penelitian menemukan bahwa punya banyak teman atau followers di media sosial tidak selalu berarti Anda memiliki kehidupan sosial yang lebih baik juga. Efek media sosial yang satu ini erat kaitannya dengan kesepian di dunia nyata, berbanding terbalik dengan banyaknya teman yang didapatkan di media sosial.
Belum tentu
ketika Anda punya banyak teman di media sosial Anda tidak akan merasa kesepian.
Kesepian sendiri bisa menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan
kematian lebih cepat.
Menggunakan media sosial terlalu sering bukan hanya membuat mental jadi terganggu, kesehatan fisik pun bisa ikut terganggu. Efek media sosial bisa membuat pola tidur jadi terganggu. Kebanyakan orang jadi melihat layar handphone yang terang di kasur sebelum mereka tidur. Ini menyebabkan otak jadi sulit melepaskan hormon tidur, melatonin, yang membantu otak membaca sinyal mengantuk.
Sebuah studi
tahun 2014 meneliti orang dewasa berusia 19 sampai 32 tahun di Amerika Serikat
yang gemar main media sosial seperti Facebook, Instagram atau Twitter.
Hasilnya
ditemukan bahwa 57 persen dari peserta penelitian ini melaporkan mengalami gangguan
tidur sebagai efek media sosial yang tidak langsung. Kurang tidur bisa
meningkatkan risiko insomnia, kelelahan, bahkan kanker hati.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar