![]() |
| No urut 1.Rindu ( Ridwan Kamil dan UU Ruhzanul Ulum) |
Pospublik - Pemilihan Pilkada Cawalkot dan Cagub Jawa Barat dalam Pilwalkot dan
Pilgub , khususnya untuk Pilkada Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa Barat,
dikarenakan dalam Pilkada di daerah Kota Bekasi dalam pemilihan
Pilwalkot Bekasi, pasangan paslon no urut 1 Dr.Rahmat Effendi dan Tri
Adiyanto begitu pula Pilkada Pilgub Jawa barat Pasangan Rindu (Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum) dinilai saling melengkapi untuk memimpin Jawa Barat.
Menurut
seorang warga Kota Bekasi Agus, mengatakan, kemenangan Pilwalkot
Paslon no urut 1 ( Pentri) Rahmat Effendi dan Tri Adiyanto di Kota
Bekasi dan Pilgub Jabar paslon no urut 1 pasangan Rindu (Ridwan Kamil
dan Uu Ruhzanul Ulum) telah bersama sebagai no urut 1 (satu) maka dengan
adanya pencoblosan di Pilkada Kota Bekasi.
Sehingga warga
masyarakat Kota Bekasi, khususnya dalam pencoblosan suara saat masuk
TPS mencoblos no urut 1 , Rahmat Effendi dan Tri Adiyanto sehingga untuk
Jawa barat pun kebawa mencoblos no urut 1.Rindu ( Ridwan Kamil dan UU
Ruhzanul Ulum) ini menguntungkan buat Paslon Cagub-cawagub .Katanya
"
Lebih lanjut ungkap Agus, pasangan tersebut akan saling melengkapi.
Karena mereka latar belakangnya adalah kepala daerah yang berhasil di
Jawa Barat.
Selain itu, Ridwan Kamil dan Uu Ruhzanul Ulum ,
mempunyai latar belakang pesatren. Sehingga menjadikan faktor penting
dalam merebut hati masyarakat di Jawa Barat. Karena ungkap Agus, di Jawa
Barat sangat kental dengan pesantren dan kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
"Jadi bagaimanapun masyarakat di Jawa Barat adalah masyarakat NU dan kalangan pesantrennya kuat," ungkapnya.
Sosok
mereka yang masih muda juga dapat menarik kaum milenial di Jawa Barat.
Apalagi saat menjadi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil selalu berinteraksi
lewat media sosial dengan prestasi-prestasinya. Sehingga kaum milenial
suka akan hal tersebut. " Mereka ini bisa menggaet dukungan, apalagi
Ridwan Kamil sudah lama bergerak di media sosial, dan Ridwan Kamil
dianggap sebagai tren anak muda," tuturnya.
Sehingga mereka akan
membawa keberhasilannya untuk merayu masyarakat dalam memilihnya. "Jadi
mereka sudah teruji kepemimpinannya dan prestasi kerjanya, tinggal
mempromosikan saja. Karena dalam pilkada ini figur lebih menentukan dari
pada partai politiknya," pungkasnya. (Red)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar