Pos
Publik.Bekasi . Makanan tradisional yang
satu ini masih menjadi ciri khas bagi masyarakat betawi, momen Hari Raya Idul Fitri.
Selain ketupat dan opor ayam. Dodol itulah namanya, terutama bagi warga
Kranggan, kecamataan Jatisampurna, Kota Bekasi.
Menurut
salah seorang warga Kranggan, Mak Samah, tradisi membuat dodol Kranggan ini
merupakan tradisi turun-temurun sejak puluhan tahun lalu.
“Sampai
sekarang kami tetap melaksanakan tradisi ini di keluarga besar kami,” ujar
perempuan sepuh berusia 60 tahun ini.
Mak Samah
menjelaskan, proses pembuatan dodol Kranggan membutuhkan waktu sekitar 12 jam
dan dikerjakan secara berkelompok.
Semua
bahannya murni dari ketan dan gula aren, tanpa memakai bahan pengawet atau
oemanis buatan. Tapi dodol Kranggan ini bisa tahan sampai satu tahun, tidak
seperti dodol yang biasa dijual di pasaran. ungkapnya
Tradisi
membuat dodol Kranggan ini merupakan gambaran kegotong-royongan masyarakat asli
Kranggan sejak jaman dulu.
Sebagai
warga asli Kranggan, tentu saja kami merasa senang jika tradisi masih tetap dilaksanakan
secara turun-temurun, ujar Sadan Sopian, Ketua PK Angkatan Muda Pembaharuan
Indonesia (AMPI) Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi.
Sadan
menyatakan optimis jika dodol Kranggan ini bisa diperkenalkan sebagai oleh-oleh
asli Bekasi, tentu akan membuka peluang usaha ekonomi kreatif bagi masyarakat
Kecamatan Jatisampurna Kota Bekasi.
Pastinya
akan menghasilkan nilai ekononis, jika mampu mensinergikan potensi usaha dengan
kearifan lokal yang ada di daerah wilayah kecamatan Jatisampurna kota bekasi
ini. ungkapnya (red)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar