Pos publik . Bekasi. Sejumlah negara asing siap melakukan pemantauan pelaksanaan pilkada serentak di Indonesia. Hal tersebut juga berlaku pada pelaksanaan pilkada di Kota Bekasi pada tanggal 27 Juni 2018 besok.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kota Bekasi, Tomy Suswanto, SE, berdasarkan pada program Bawaslu 'Electoral Study Program 2018' dimana hal tersebut dikuti 40 negara yang sudah konfirmasi dan Kota Bekasi termasuk salah satu daerah di Indonesia yang terpilih untuk dipantau langsung oleh negara luar terkait pelaksanaan pilkada.
"Kota Bekasi termasuk salah satu dari lima daerah yang dipantau langsung oleh pemantau asing pada tahapan pilkadanya," tuturnya, Selasa (26/6).
Sambung Tomy, rencananya terdapat 40 pemantau asing yang akan melakukan pemantauan langsung di TPS-TPS yang ada di Kota Bekasi saat pencoblosan dan penghitungan suaranya
"Kurang lebih ada 40 pemantau asing yang akan memantau pada saat pencoblosan hingga penghitungan suaranya," tegasnya.
Dengan adanya 40 negara yang ikut sebagai bukti keterwakilan penyelenggara pemilu di Asia, lembaga pemantau pemilu Internasional dan adapun program tersebut akan dijadikan platfrom untuk pertukaran pengetahuan diantara para praktisi pemilu guna mengindentifikasi potensi masalah yang mungkin timbul selama pemilu karena meningkatnya intoleran dan perpecahan dalam masyarakat pasca pemilu di beberapa daerah.
Lanjut dia, pihaknya optimis bahwa pemilu Kota Bekasi bisa mensajikan demokrasi yang sehat dan dewasa.
Hal ini terlihat dari beberapa variabel pendukung pelaksanaan pemilukadanya, seperti saat ini regulasi yang menuju sempurna dibuktikannya dengan adanya pengawas ditingkat TPS.
"Ini bagian dari pencegahan preventif, kontestan yang memiliki level pendidikan cukup tinggi dan masyarakat Kota Bekasi sebagai pemilih rata-rata pada level pendidikan sarjana," terangnya. ( Red )




Tidak ada komentar:
Posting Komentar