PosPublik - Bekasi Debat
Kandidat Calon Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yang digelar secara langsung
melalui salah satu stasiun televisi swasta nasional Rabu malam (20/6/2018),
rupanya menyisakan perbincangan di warung-warung kopi khusunya di Kota Bekasi.
Saling
sindir antar kandidat ini merupakan tema sentralnya.
Salah
satunya soal isu yang sedang hangat yakni keabsahan ijasah baik cawalkot nomor
urut 1, Rahmat Effendi dan cawawalkot nomor urut 2, Adhi Firdaus.
“Di bidang
pendidikan juga kita akan pastikan kemajuanya. Jadi dengan mengakses melalui
selular sudah ketahuan ijasah nya dan asal sekolahnya.”ungkap Cawalkot nomor
urut 1, Nur Supriyanto saat memaparkan visinya seolah menyindir Rahmat Effendi.
Sindiran Nur
Suprianto tidak dibalas oleh Rahmat Effendi yang pada debat kali ini lebih
fokus pada visi dan misinya. Justru Calon wakil walikota Tri Adhianto yang
membalas sindiran Nur denga menyindir soal jaminan kepastian hukum bagi jamaah
umroh yang gagal berangkat.
“Jadi
pentingnya jaminan dan kepastian hukum bagi masyarakat kota Bekasi. Kita
manfaatkan kemajuan teknologi sebagai jalan untuk masyarakat mendapatkan
kepastian hukum. Nanti tidak ada lagi jamaah umroh yang gagal berangkat dan
kita berikan kepastian hukumnya. Termasuk juga kalau ada lembaga-lembaga
pendidikan yang bermasalah.”sindir Tri Adhianto.
Acara debat
kali ini menjadi proses tahapan Pilkada terkahir sebelum masuk masa tenang dan
saat pencoblosan tanggal 27 Juni 2018 nanti.( Red)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar