Reporter : Rusgiyanti
Pos Publik, Jakarta - Mencermati perkembangan demokrasi kita. Indonesia kini semakin memillki perubahan dalam hal berbicara soal demokrasi. Mulai dari partai politlk hingga munculnya kerelawanan.
Partai politik di Indonesia sangat berpengaruh terhadap setiap pemilihan umum. Dimana hampir Seluruh rakyat Indonesia sangat mempercayakan penuh nasibnya kepada sebuah partai politik.
Dan hal ini, situasi tersebut pernah terjadi sebelumnya saat di era pemerintahan Soekarno (orde lama) hingga pemerintahan Soeharto (orde baru).
Sebelum kita ulas lebih jauh, agar lebih enak kita membacanya. Sebaiknya kita buka dulu sejarah singkat tentang bagaimana partai politik dan rakyat di tengah pesta demokrasi di masa pemerintahan orde lama dan orde baru. Dan juga pada masa Jaman Pemerintahan Soekarno (orde lama).
Partal politik di jaman orde lama terbiIang cukup banyak. Ada sebanyak 172 partai yang Ikut dalam pemilu di jaman itu diantaranya adalah Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Murba, Partai Masyumi, Nahdatul ulama, Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Katolik dan lain lain.
Namun demikian, dari sekian banyak partai yang tersebut. Hanya empat partai seperti PKI, Masyuml. Nahdatul Ulama dan PM yang paling mendominasi suara rakyat sehingga hanya partai- partai tersebut yang berhasil merebut kursi di parlemen. Berbeda dengan di Jaman orde baru.
Sementara disaat masaa jaman pemerintahan Soeharto (orde baru) di zaman orde baru ini menemukan babak baru. Meski di tahun 70 an peserta pemilu masih di isi oleh banyak parpol. Namun seiring berjalannya waktu Soeharto berhasil memperkecil peran parpol dalam mengisi setiap pesta demokrasi.
Dihitung mulai dari sepuluh parpol menjadi tiga parpol diantaranya, Partai Demokrasi Indonesia (PDI), Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Meski hanya tiga parpol. Saat itu antusias dari rakyat sangat terbilang besar. Di zaman itu, rakyat sangat aktif sekali dalam menyumbangkan partisipasinya bahkan sampai rela mengorbankan baik waktu, tenaga, nyawa maupun materi demi parpol yang mereka dukung.
Masuk era reformasi setelah orde baru tumbang. Di jaman ini, jumlah parpol kemball bertambah. Dari ketiga parpol yang bertarung di era orde baru ini pecah. PDI pecah menjadi PDI dan PDI Perjuangan, saat itu dalam PPP terpecah menjadi dua antara PPP dan PKB.
Dengan membawa program prioritasnya, Trisakti, Nawacita dan Revolusi Mental nya. Akhirnya Jokowi-JK memenangkang pemilu 2014 melawan Prabowo-Hatta.
Melihat hal itu semua, tidak sadar temyata Jokowi -Jusup Kala, telah memimpin Indonesia ini kurang lebih sudah 3,5 tahun lamanya. Bahkan dua bulan lagi kita semua akan kembali memasuki pilpres 2019.(*)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar