Dari berbagai sumber
![]() |
| Suasana Kota Bandung |
Menurut Kepala Humas Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Harry
Djatmiko, fenomena suhu dingin yang dipertanyakan itu sebetulnya
merupakan fenomena alam yang biasa terjadi. Hal itu kerap terjadi di
bulan Juli-Agustus setiap tahunnya.
"Karena di situ merupakan bulan-bulan puncak kemarau. Indikatornya
monsun Australianya sudah aktif. Ditandai adanya aliran massa udara
dingin dari Australia yang menuju ke Asia," ujar Harry saat dihubungi kumparan, Jumat (6/7).
Harry menjelaskan, udara dingin yang dibawa dari Australia itu
biasanya melewati selatan garis khatulistiwa. Oleh sebab itu, kata dia,
wilayah-wilayah seperti Bandung yang akan sangat terdampak dari adanya
peralihan musim tersebut.
"Masyarakat bisa merasakan mulai dari jam 17.00-18.00 pas mau mandi, udaranya terasa lebih dingin," ucap dia.
Harry mengatakan, suhu yang mencapai 15 derajat celcius saat ini pun
bukanlah yang terdingin.
Sebab dalam catatan yang dia miliki, dekade
1980-an, Bandung pernah mencatatkan diri di suhu lebih rendah dari itu.
"Suhu minimum yang pernah terjadi di wilayah Bandung itu 12,4 derajat
celcius pada Juli 1986, di
Lembang pernah 9,8 derajat celcius pada Juli
1991,artinya suhu sekarang masih berada di tatanan normal," katanya.
"Itu tanda kalau kita mau berada di puncak kemarau, suhunya lebih
dingin, siang lebih panas, anginnya lebih kencang," pungkasnya,




Tidak ada komentar:
Posting Komentar