Reporter : Giri
![]() |
| Kepala Dinas Disperindag Kota Bekasi, Makbullah, mengakui ada kenaikan harga telur ayam di Kota Bekasi |
Bahkan mereka menuding ada pihak yang sengaja memanfaatkan momentum peringatan hari-hari besar untuk mengambi lsejumlah keuntungan.
Haryati misalnya, ibu rumah tangga dan pemilik usaha rumahan kue kering cukup dibuat kesal dengan mahalnya harga telur ayam yang mencapai Rp 30.000 ribu per kilogramnya.
"Saya kan punya usaha kecil-kecilan membuat dagangan kue kering dan telur menjadi bahan baku utamanya, kalau harganya terus naik, bisa-bisa gulung tikar ini namanya," keluh Haryati sambil mengerutkan dahi.
Bahkan dia menuding adanya sejumlah pihak yang ingin mengambil keuntungan dengan menaikan harga sejumlah barang kebutuhan pokok, terutama barang-barang yang paling banyak di konsumsi masyarakat.
"Idul fitrinya kan sudah berlalu dan semestinya harga-harga pun ikut kembali stabil, ini malah naik," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bekasi, Makbullah, membenarkan adanya kenaikan harga jual sejumlah komoditi pokok seperti telur.
Diakuinya, untuk harga jual telur ayam sebelumnya dilepas pada kisaran harga Rp 20.000 - 22.000 ribu per kilogramnya di pasaran, kini mengalami kenaikan sekitar Rp 8 ribu per kilogramnya menjadi sekitar Rp30 ribu perkilogramnya.
"Sekarang harga telur ayamnya berada dikisaran Rp 30.000 ribu per kilogramnya dan harga jualnya mengalami kenaikan," bebernya.
Untuk itu, Disperindag Kota Bekasi sudah melakukan langkah kerjasama dengan distributor mitra Kementrian Perdagangan untuk melakukan langkah droping telur ke pasar-pasar dan provinsi yang ada.
"Kami sudah melakukan komunikasi dan koordinasi terkait hal tersebut dengan pihak distributor mitra Kementerian Perdagangan dalam mengambil langkah antisipasinya," pungkasnya. (*)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar