![]() |
| foto: Warta Kota/Zaki Ari Setiawan |
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi, mengatakan Pengawasan kesehatan para sopir akan terus dilakukan mulai 2018 ini.
Langkah tersebut katanya berkaitan dengan penyakit diabetes dan hipertensi yang diderita para sopir. Penanganan kedua penyakit itu tidak dapat dilakukan secara spontan, tetapi melalui tahapan pengobatan serta perubahan gaya hidup.
"Treatment sudah kita berikan seperti obat dan vitamin, tapi penyelesaian kesehatan tidak bisa dadakan, perlu jangka waktu tertentu, jangka pendek dua bulan, khususnya bagi orang yang punya karakter diabet dan hipertensi itu harus diobati dengan benar, gaya hidupnya mesti dirubah, olahraga, jadi pada saat menjelang dia tugas pulang mudik dia sehat," ungkapnya dihubungi pada Minggu (24/6/2018).
Berkaitan dengan temuan tersebut pihaknya telah menyusun program pengawasan kesehatan sopir. Dinas Kesehatan DKI Jakarta katanya akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk merangkul PO Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dalam waktu dekat.
"Ini kan nanti tanggal 22 kan libur panjang lagi, libur Idul Adha. Makanya kita akan mulai evaluasi mulai melaksanakan program agar jumlah sopir bus yang tidak laik jalan bisa berkurang. Kita akan kerjasama dengan Dinas Perhubungan dan PO Bus, mana sopir-sopirnya, kita data dan periksa kesehatannya secara berkala," jelasnya.
sumber : wartakota.tribunnews.com




Tidak ada komentar:
Posting Komentar