![]() |
| Destinasi Wisata di Bali |
Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) akan
menggelar pertemuan tahunan pada Oktober mendatang di Bali, Indonesia.
Kementerian Pariwisata mengungkapkan bahwa ada tiga destinasi unggulan
yang memperoleh antusiasme tinggi dari delegasi asing yang akan
menghadiri acara tersebut.
"Kami memiliki laman daring untuk analisa data atau analytical web,
dan dari situ kami dapat melihat bahwa sebagian besar ketertarikan para
delegasi jatuh pada Bali, Pulau Komodo, serta Lombok. Itu adalah tiga
destinasi teratas dari tujuh yang kami promosikan," kata Deputi
Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya di Jakarta,
Kementerian
Pariwisata, jelasnya, telah mempersiapkan 60 paket wisata dengan 7
destinasi utama, diluar Bali, dalam rangka memanfaatkan momen pertemuan
IMF dan World Bank di Bali untuk mempopulerkan tujuan-tujuan wisata di
Indonesia kepada dunia.
"Selain tiga destinasi tersebut, kami
juga mempromosikan Banyuwangi, Tana Toraja, Yogyakarta, danau Toba,
serta Nihi Sumba untuk delegasi IMF," kata Nia.
Lebih lanjut, Ia
meyakini bahwa penyelenggaraan Annual Meeting IMF dan World Bank di Bali
akan memperkuat provinsi tersebut sebagai destinasi pariwisata
Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran atau 'Meeting, Incentive,
Convention, and Exhibition (MICE)', serta Indonesia sendiri sebagai
destinasi wisata unggulan dunia karena pertemuan ini merupakan acara
tingkat tinggi.
Kedua, dalam jangka pendek, tentunya kunjungan
para delegasi akan mendongkrak angka kedatangan pengunjung asing ke
Indonesia. "Lalu, harapan saya adalah agar mereka dapat kembali lagi ke
Indonesia dan mempromosikan Indonesia di negara mereka masing-masing
setelah melihat langsung indahnya wisata di Indonesia," pungkas Nia.
Dewan
Gubernur IMF dan Bank Dunia setiap tahun menyelenggarakan pertemuan
rutin yang mendiskusikan perkembangan ekonomi dan keuangan global serta
topik pembangunan dan isu-isu global. Acara yang akan diselenggarakan
Oktober nanti akan diikuti sekitar 15.000 peserta yang terdiri dari para
Gubernur Bank Sentral, Menteri Keuangan dari 189 negara, sektor swasta,
investor, lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan kalangan media.
Penyelenggaraan
diharapkan mampu meningkatkan pemasokan di sektor pariwisata,
meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja dan
mempromosikan investasi dan perdagangan. ( Dari berbagai sumber )




Tidak ada komentar:
Posting Komentar