![]() |
| Sandal Jepit |
Hampir setiap orang Indonesia punya sepasang sandal jepit untuk
jalan-jalan santai. Sandal jepit memang nyaman dan bisa melindungi
telapak kaki Anda dari menginjak kotoran atau benda tajam. Sendal juga
dapat mencegah Anda terkena kadas kurap atau mata ikan karena menginjak
tanah lembap. Meski begitu, kebiasaan pakai sendal jepit lama-lama bisa
membuahkan banyak masalah pada kaki.
Bahaya terlalu sering pakai sandal jepit
1. Kaki gampang terkilir
Terbiasa pakai sandal jepit untuk sekadar ke warung depan kompleks
atau merawat taman rumah bisa membuat kaki gampang pegal hingga bahkan
terkilir atau keseleo.
Pasalnya, sol sendal jepit yang rata tidak mendukung lengkungan kaki
alami Anda. Ini akan menyebabkan bagian depan kaki Anda refleks
mencengkeram ke tengah tubuh daripada tetap lurus supaya posisi sendal
tetap mantap selama dipakai bejalan.
Lama kelamaan, Anda lebih mungkin untuk mengalami keseleo karena
pergelangan kaki cenderung memutar ke dalam atau keluar, kata Eunice
Ramsey-Parker, DPM, MPH, profesor kedokteran podiatrik dari New York,
dilansir dari Reader’s Digest.
2. Tumit dan telapak kaki sakit
Sol sandal jepit yang rata juga lama-lama bisa membuat tumit sakit.
Ketika tumit tidak disangga dengan alas kaki yang tepat, urat-urat
tendon telapak kaki Anda akan tertarik dan menyebabkan peradangan.
Peradangan inilah yang membuat tumit terasa sakit bahkan ketika Anda
menapakkan kaki di lantai.
Selain tumit, telapak kaki atas juga rentan nyeri dan membengkak akibat keseringan pakai sandal jepit yang bersol rata.
Untuk meredakan rasa sakitnya, Anda bisa minum obat antinyeri seperti ibuprofen dan
mengurangi pakai sendal jepit. Ganti dengan memakai alas kaki yang bisa
menunjang struktur telapak kaki alami Anda. Jika rasa sakitnya tidak
kunjung hilang, dokter dapat menganjurkan Anda ikut terapi fisik atau
mendapatkan suntik kortison.
3. Rentan terluka
Sol sandal jepit yang umumnya terbuat dari karet lama-lama bisa aus
menipis. Sol yang tipis memudahkan obyek-obyek tajam menembus dan
menusuk telapak kaki.
Alas telapak sendal jepit juga biasanya lebih licin, sehingga gesekan
dan kelembapan dari air atau keringat bisa menyebabkan lecet pada tumit
atau ujung-ujung jari.
4. Berisiko alami kecelakaan saat nyetir mobil
Sandal jepit bukan alas kaki yang ideal untuk digunakan menyetir
mobil atau kendaraan lainnya. Sol sendal yang licin rentan membuat Anda
terpleset saat ingin menginjak pedal gas atau rem, atau tidak
benar-benar mantap menginjak pedal. Keteledoran ini sangat berisiko tinggi membuat Anda terlibat dalam kecelakaan lalu lintas
5. Mengubah postur tubuh dan gaya jalan Anda
Dalam sebuah penelitian tahun 2008,
para peneliti dari Universitas Auburn menemukan bahwa memakai sandal
jepit benar-benar bisa mengubah gaya dan postur berjalan manusia.
Perubahannya bahkan bisa permanen.
Sol sandal yang datar dan tidak mengikuti lekuk alami kaki lama-lama
membuat telapak kaki cenderung rata. Pasalnya, kaki akan refleks
mendarat pada bagian tengah atau depan — di mana terdapat lengkungan
telapak kaki.
Lengkungan yang ada pada telapak kaki Anda berfungsi untuk
menyeimbangkan tubuh ketika Anda bergerak. Telapak kaki yang rata
berisiko untuk menyebabkan nyeri dan sakit pada otot-otot kaki, yang
bisa menjalar hingga pinggul dan pinggang. Ini karena tulang belakang tubuh yang mencoba menahan badan agar tetap tegak ketika Anda berdiri dan berjalan.
Bila Anda belakangan ini sering mengeluhkan nyeri punggung, bisa jadi akibat Anda terlalu lama memakai sandal jepit. ( Dari berbagai sumber )




Tidak ada komentar:
Posting Komentar