![]() |
| Minuman Berenergi |
Minuman berenergi atau energy drink berkafein tinggi tidak aman untuk
anak-anak dan remaja dan tidak boleh dipasarkan kepada mereka. American
College of Sports Medicine (ACSM) di Amerika Serikat merilis pernyataan
resmi tentang hal tersebut.
"Minuman berenergi sangat populer dan kekhawatiran tentang tingginya
angka konsumsi datang dari masyarakat. Itulah sebabnya kami menerbitkan
rekomendasi ini," kata profesor kedokteran di
University Texas McGovern
Medical Shool, Houston, John Higgins, dilansir dari Consumer Healthday, Senin (9/7).
Anak-anak dan remaja berisiko sangat tinggi terhadap komplikasi
minuman berenergi. Ini karena ukuran tubuh mereka lebih kecil dan masih
dalam masa aktif-aktifnya.
Peringatan ini berlaku untuk minuman
seperti Red Bull dan Full Throttle. Minuman ini faktanya tidak ditujukan
untuk anak-anak dan remaja, sehingga perlu dipublikasikan meluas.
"Peninjauan kami menunjukkan kadar kafein berlebihan ditemukan pada
minuman berenergi, sehingga berdampak buruk pada sistem kardiovaskular,
neurologis, gastrointestinal, ginjal dan endokrin, serta gejala
kejiwaan," kata Higgins.
Tiga hal direkomendasikan ACSM. Pertama, hentikan pemasaran minuman
bernergi ke kelompok berisiko, terutama anak-anak. Ini termasuk
pemasaran minuman berenergi di acara-acara olah raga yang melibatkan
remaja dan anak-anak.
Kedua, hindari mengonsumsi minuman berenergi sebelum, selama, dan
setelah berolah raga berat.
Beberapa kasus kematian kadang terkait
dengan ini. Ketiga, mendidik konsumen tentang perbedaan antara soda,
kopi, minuman olah raga, dan minuman berenergi. Pendidikan ini perlu
dimasukkan dalam kelas gizi, kesehatan, dan kebugaran di sekolah.
Dokter juga perlu dilibatkan dalam edukasi dan diskusi penggunaan
minuman berenergi pada pasien mereka. Penyedia layanan kesehatan juga
didesak memberi tahu efek samping berbahaya kepada lembaga pengawas obat
dan makanan.
Penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Current Sports Medicine Reports Februari lalu. ACMS sendiri merupakan organisasi ilmu kedokteran olah raga terbesar di dunia.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar