![]() |
| Sunarsih (46) warga Pondok Melati |
PosPublik, Kota Bekasi - Sunarsih (46) yang tinggal di Jl.
Harun VI Rt 05/11 Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati ini belum mendapatkan
pelayanan Program Keluarga Harapan.
Suami Sunarsih hanya sebagai tukang jahit dompet, dan sudah
pernah diminta mengumpulkan KTP tapi tidak ada kejelasan untuk apa.
”Pernah ketua RT meminta KTP dan KK tapi gak tahu untuk apa
sampai sekarang tidak ada kejelasan. ” ujar Sunarsih.
Program Keluarga Harapan merupakan program Kementerian
Sosial. Saat era Presiden SBY program ini disebut BLT (Bantuan Langsung Tunai)
Dan saat di era kepemimpinan Presiden Jokowi diganti dengan Program Keluarga
Harapan dengan bantuan berbentuk sembako dengan nilai Rp110 ribu per KK.
Sementara Bidang Data dan Informasi di Kementerian Sosial,
Ita Konita mengaku akan mengecek langsung soal adanya laporan warga di Kota
Bekasi yang belum dimasukan dalam Program Keluarga Harapan.
“Iya kami akan mengecek langsung datanya untuk PKH di Kota
Bekasi.”ujarnya saat di konfirmasi, yang di kutif di media online inijabar.com,
Jumat (13/7/2018).
Ita juga mengakui persoalan data penerima PKH di Kota Bekasi
masih mengacu pada data sebelumnya.
“Banyak juga sih persoalan lainnya yang dilaporkan ke kami
terkait program PKH ini, belum lagi soal distribusi paket programnya.”tandasnya
seraya berjanji akan mengecek secara mendalam data PKH untuk di Kota Bekasi. (*)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar